Malaikat “juga” Mempunyai Hati Nurani
Mar 30, 2010 Article, Uncategorized
Alkisah pada suatu hari, seorang malaikat di perintahkan turun kebumi untuk mencabut nyawa seorang wanita. Dia ditemani oleh anjing hitam ber-ekor panjang. Dia diberi waktu selama kurang lebih 3 hari untuk melaksanakan pekerjaan ini.
Dikisahkan wanita berumur kurang lebih 25 tahun. Sebut saja namanya MARIA, mempunyai latar belakang cinta yang complicated. Calon suaminya meninggal karena kecelakaan dan kedua orang tuanya juga sudah meninggal. Dia tinggal seorang diri di sebuah apartemen di pinggiran kota. Bekerja di sebuah perusahaan penjualan alat elektronik utamanya VCD player. Mempunyai kebiasan mendengarkan musik lewat mp3 player.
HARI ke 1
Sang Malaikat turun kebumi mendatangi wanita. Di iringi hujan rintik dia memasuki sebuah toko yang berada tepat di depan perusahaan tempat dimana MARIA bekerja. Dengan berkamuflase menjadi seorang yang trendi jaman sekarang dia mengamati MARIA. Pulang dari tempat kerja si Malaikat mengikuti dari kejauhan, sampai ke apartemen. Sampai diapartemen, istirhat sebentar melepas lelah. Kemudian menuju kamar mandi membersihakan badan. Sambil melamun dia melihat guratan pada tangan kirinya bekas sayatan silet. ”BUNUH DIRI” ya… dia dulu akan bunuh diri tapi bisa terselamatkan sewaktu sang kekasih meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Karena frustasi ditinggal sendiri dia mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup.
HARI ke 2
Cuaca masih hujan. Orang lalu lalang berangkat bekerja menggunakan payung. MARIA berangkat ke kantor tanpa mengetahui kalau di ikuti oleh sang Malaikat. Sesampai dikantor dia sudah ditunggu deringan telepon dari pelanggan. Ohhh ya ternyata dalam beberapa hari ini, dia sering emndapat telepon gelap yang tidak mau menyebutkan nama. Penelepon itu selau mencari alasan untuk bisa ketemu langsung dengan MARIA, tetapi selalu di tolak. Dalam sehari dia bisa menerima telepon sampai 5 kali. Malaikat tetap seperti kemarin menunggu di depan perusahaan, menunggu sambil mendengarkan musik. Mungkin sang pelayan toko itu bosan kali ya melihat sang Malaikat hanya mendengarkan musik dan tidak membeli CD.
Sore hari waktu pulang, sang Malaikat mencoba memberanikan diri untuk mendekati MARIA. Dia mengikuti Maria melewati emperan toko. Dan pada saat yang tepat, pada saat berjalan beriringan dengan sengaja si Malaikat menutup payung kemudian membukanya kembali di sampai MARIA. Tentu saja MARIA kaget dan ketakutan. Blues luar MARIA basah kena air hujan. MARIA semakin ketakutan melihat sang Malaikat, dan tanpa sengaja tangannya tangan Malaikat, menjadikannya pingsan tak sadarkan diri. Saat tersadar mendapti dirinya tertidur di samping Malaikat yang sedang mengeringkan blues yang basah terkena air hujan tadi.
Masih dengan penuh ketakutan dia bertanya “Mau apa kamu?”
Jawab sang Malaikat “Tidak apa apa… aku hanya ingin berkenalan dengamu”
“Kenalan..?? ah mana ada cowok yang mau berkenalan dengan cewek jelek sepertik ini” ujar MARIA
“Aku tidak bermasksud apa apa, yang pasti hanya ingin berkenalan dan mengajak makan malam kamu. Mau kah ??”
Setelah berbicara cukup lama akhirnya dengan berat hati MARIA meng – iyakan. Dalam malam tersebut banyak cerita yang keluar dari mulut MARIA. Tampak kecerian di wajahnya, karena selama ini tidak ada yang dia ajak bicara atau mungkin karena dia banyak menutup diri. Tak terasa sudah jam 10 malam, MARIA meminta diri unutk pulang, dan tidak perlu diantar pulang. Di dalam perjalanan pulang MARIA menerawang angan pikiran. Kebiasaan aneh yang dimilikinya yakni melempar koin yang mempunyai dua sisi berbeda. Dia berangan angan dua sisi itu adalah “Beruntung” dan “Sial” dan apa yang selalu dia dapatkan ?? koin dengan sisi “SIal” yang selalu dia dapatkan.
Hari ke 3
Cuaca belum berubah, masih kurang bersahabat. Tetapi hati MARIA berbeda dengan dengan yang kemarin. Semalem dia bertemu dengan lelaki yang mau mengajak dia ngobrol, tapi belum tentu akan bertemu lagi. Sesampai nya di kantor, dia sudah mendapatkan pesan banyak telepon dari pelanggan yang mencarinya. MARIA sudah berusaha menghindar tetapi tetap saja tidak bisa. Terror telepon masih terus berjalan hingga sore hari. Akhirnya jam pulang datang juga, Maria merasa lega karena sudah lepas dari teror telepon dari pelanggan. MARIA tidak mengetahui saat dia pulang ada yang mengikuti. Dia baru merasakan ada yang mengikuti sesaat setelah jauh dari kantor. Berusaha secepatnya sampai di apartemen tapi bayangan lelaki itu tetap saja mengikuti. Berlari sekuat tenaga namun akhirnya dia terpojok masuk ke jalan buntu, tidak bisa kemana mana lagi. Lelaki itu mendekati….. namun dibelakangnya ada sang Malaikat dan seorang perempuan paruh baya. Perempuan itu kemudian mendekati lelaki, dan bicara kepada MARIA
“Maafkan tuan saya ini mbak…, dia yang selama ini menelepon” ujar wanita itu.
“Untuk apa dia melakukan pekerjaan itu?”
Akhirnya lelaki itu buka mulut “Benar aku yang selama ini melakukan itu…, tetapi bukan untuk menakut nakuti kamu…”
“Aku sangat terkesan akan suaramu pada saat pertama kali mendengar dari pesawat telepon” “Aku adalah seorang produser musik yang sedang mencari penyanyi yang mempunyai karakteristik seperti dirimu” “Jadi selama ini aku menelepon kamu adalah untuk memastikan dirimu adalah tepat untuk saya orbitkan jadi penyannyi”
Akhirnya setelah terjadi perbincangan yang cukup panjang MARIA menerima penawaran dari sang produser musik tersebut.
Sang Malaikat begitu terharu… dan akhirnya dia berkata kepada anjing yang mengikutinya “Aku tidak tega untuk mencabut nyawanya, biarkan dia menikmati kesenangan ini dahulu”
Tags: Hati Nurani, Malaikat, Renungan

Leave a Reply